Rabu, 18 Mei 2016

TEKS BIOGRAFI : Bunda Teresa

BUNDA TERESA

Bunda Teresa merupakan seorang birawati yang menarik perhatian dunia dengan sikapnya yang amat menyantuni terhadap orang miskin, orang yang terkena penyakit dan orang yang terkena musibah. Nama sebenarnya adalah Agnes Gonxha Bojaxhiu. Lahir pada tanggal 27 Agustus 1910 di Shkup( sekarang Yugoslavia). Ayahnya meninggal pada usianya 17 tahun, kemudian ia masuk di kesusteran di Irlandia. Kemudian pada tahun 1929 dari pihak kesusteran mengirimkannya ke Benggali India untuk melakukan masa percobaan.
Bunda Teresa di latih di Dublin Irlandia dan Darjeeling India sebelum melakukan tugas religiusnya tahun 1937. Pada tahun 1950-an, Teresa bertugas sebagai Kepala Sekolah disebuah sekolah KAtholik di Kalkuta India. Sekolah ini dikelola oleh Sisters of Loreto di bawah kendali biara di Irlandia. Mayoritas pelajar di sekolah ini adalah anak-anak Bengali beragama Hindu putri dari keluarga elite di Kalkuta. Para pengajar sekolahnya sebagian besar biarawati kelahiran Irlandia. Bunda Teresa kemudian keluar dari Sisters of Loreto untuk masuk dan berbaur dengan masyarakat di perkampungan. Pada awalnya banyak orang curiga ia membawa misi mengubah agama yang dianut masyarakat  ketika ia keluar masuk kampung menolong dan menjenguk orang sakit. 
Tahun 1952, ia membuka Nirmal Hriday Home for Dying Destitutes di Kalkuta. Ia juga mendirikan rumah sakit lepra di luar kota Kalkuta.  Saat itu penderita lepra menjadi pemandangan umum di India dan di setiap bagian kota Kalkuta. Kecurigaan terhadap BundaTeresa lama kelamaan mulai lenyap dan ia dianggap sebagai orang yang ikhlas melakukan misi kemanusiaan.
 Usaha Bunda Teresa kemudian mulai mendapat perhatian dan dukungan tidak hanya dari dalam negeri India, namun juga dari dunia internasional. Dia juga berusaha memperluas usahanya di Negara lain. Sejak tahun 1970-an, Bunda Teresa menjadi bagian tak terpisahkan dan bahkan menjadi kebanggaan masyarakat kalkuta. Atas jasa-jasanya bagi masyarakat India, ia memperoleh penghargaan Padmashri pada tahun 1963. Kiprahnyapun di akui dunia dengan memperoleh penghargaan nobel perdamaian tahun 1979. 
Karena kesehatannya yang makin menurun, tahun 1990, ia banyak mengurangi aktivitasnya. Tahun 1997 Missionaris of Charity memilih sister Nirmala untuk menggantikan Bunda Teresa. Tahun itu juga Bunda Teresa wafat. Pada era “pembersihan etnis” politik identitas, dan perpecahan bangsa-bangsa, ia bisa menemukan rumah, kwarganegaraan, dan penerimaan masyarakat India yang mayoritas tidak beragama Kristen.
26 April 2002, kurang dari dua tahun sejak kematiannya, mengingat reputasi Ibu Teresa yang tersebar luas karena kekudusan dan karya-karyanya, Paus Yohanes Paulus II memberikan persetujuan untuk dimulainya proses kanonisasi Ibu Teresa. Pada tanggal 20 Desember 2002 Bapa Suci menyetujui dekrit keutamaan-keutamaannya yang gagah berani dan mukjizat yang terjadi atas bantuan doanya. 19 Oktober 2003 Paus Yohanes Paulus II memaklumkan Ibu Teresa sebagai “Beata Teresa dari Calcutta “.

Bunda Teresa merupakan tokoh yang sangat menginspirasi, lewat berbagai hal-hal yang dilakukannya semasa hidupnya. Beliau selalu memotivasi para penderita AIDS, lepra, dan juga orang yang sedang menghadapi kesulitan. Semoga apa yang telah dilakukan Bunda Teresa dapat memotivasi diri kita sendiri dan orang lain untuk menjadi yang lebih baik.