Kamis, 16 Juni 2016

FEATURE BAHASA INDONESIA

ADIWIYATA, BUKAN HANYA JULUKAN TAPI JUGA TINDAKAN
ADIWIYATA adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata  merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.
Tujuan umum sekolah adiwiyata sendiri adalah membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian dan pembangunan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Sedangkan tujuan khusus sekolah adiwiyata adalah membentuk karakter warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung yang berkelanjutan. 


               
Salah satunya ialah SMPN 3  Pati ( Jl. Kol. Sugiyono no.17 Pati ) adalah salah satunya sekolah yang menerima penghargaan sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional.Tak hanya julukan, tapi juga tindakan. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan SMPN 3 Pati dalam menggemakan nama Pati lewat ajang bergengsi GSA (Green School Awards) se-Jawa Tengah Yogyakarta. Senin(11/4).

‘’SMPN 3 Pati, sangat pantas disebut green school.’’ujar Fadhilia (kls 7i, SMPN 3Pati)."Green School"  Secara arti  adalah sekolah hijau . Namun dalam makna luas diartikan sebagai sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk mengitemalisasikan nilai- nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah . Karenanya tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga lingkungan sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah . Untuk menjalankannya kita perlu melakukan hal hal yang berpengaruh pada lingkungan.

LUBANG BIOPORI
Di SMPN 3 Pati lubang biopori menjadi salah satu kebutuhan yang harus ada dalam penataan dan pengelolaan lingkungan hidup. Saat hujanlah lubang biopori beraksi. Jumlahnya yang lebih dari 100 sangat sekali membantu dalam pengendalian air saat air tak lagi bersahabat. Prinsip kerja lubang resapan biopori sangat sederhana. Lubang yang kita buat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori. Rongga-rongga (biopori) ini menjadi saluran bagi air untuk meresap ke dalam tanah. Fungsi atau manfaat dari biopori adalah:
Mengubah sampah organic menjadi kompos
 Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan diubah menjadi kompos oleh hewan tanah seperti cacing dan rayap. Kompos atau humus ini sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Selain itu sampah organik yang diserap oleh biota tanah tidak cepat diemisikan ke atmosfir sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan) yang mengakibatkan pemanasan global dan menjaga biodiversitas dalam tanah.
Meningkatkan tingkat kesuburan tanah
 karena daun – daun yang dimasukkan ke dalam lubang biopori tadi akan diuraikan oleh hewan – hewan tanah seperti cacing, rayap
Memanfaatkan fauna tanah dan akar tanaman
Lubang biopori memicu biota tanah dan akan tanaman untuk membuat rongga-rongga di dalam tanah yang menjadi saluran air untuk meresap ke dalam tanah. Dengan adanya aktifitas ini menjadikan kemampuan lubang peresapan biopori senantiasa terjaga dan terpelihara. Mengurangi resiko banjir di saat musim hujan, karena air meresap ke dalam lubang biopori. Mengurangi besarnya penyakit seperti DBD, malaria dll. Karena tidak ada air yang tergenang, yang menyebabkan tubuhnya bibit – bibit penyakit. Meminimalisir air yang dibuang percuma ke laut, yang seharusnya dapat disimpan di dalam tanah yang dapat meningkatkan persediaan air dalam tanah. Mencegah terjadinya erosi tanah dan juga tanah longsor.
PEMILAHAN SAMPAH
Dalam proses pemilahan sampah SMPN 3 Pati menerapkan konsep 3R (reduse, reuse, recycle). Di SMPN 3 Pati sarana pertama pemilahan sampah adalah tempat sampah yang dirancang secara khusus untuk memilah sampah organik, anorganik dengan desain warna yang berbeda.  
Sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai oleh tanah, biasanya sampah ini digunakan untuk pupuk. Contoh sampah organik adalah daun. Biasanya di kegiatan green school, sekolah melarang adanya sampah plastik itu karena sampah plastik tidak dapat diuraikan oleh tanah dan otomatis akan mencemari tanah. Biasannya sampah organik dibuang pada tong sampah berwanahijau.

Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat terurai oleh tanah, contohnya plastik. Memang, sampah ini tidak dapat dimanfaatkan sebgai pupuk tapi sampah ini juga bermanfaat sebagai bahan untuk membuat kerajinan yang berguna dan juga bermanfaat untuk melatih kreativitas kita. Contoh kerajinan itu salah satunya sapu yang bersal dari botol bekas. Dengan pemanfaatan sampah ini maka kita dapat mengurangi global warming dan polusi tanah. Biasanya sampah ini ditaruh pada tong sampah berwarna kuning.
           Reduce melakukan pengurangan sampah dengan cra menggunakan barang yang bisa dipergunakan berulang-ulang, bukan barang yang hanya bisa digunakan satu kali pakai lalu buang.
                Reuse mempergunakan barang yang masih bisa dipergunakan baik fungsi yang sama maupun fungsi yang berbeda.
          Recycle mendaur ulang sampah bekas yang masih bisa di daur ulang untuk dijadikan barang baru yang berasal dari maupun an-organik. Kegiatan recycle selain mengurangi sampah juga bisa menambah kreativitas kita dalam berkarya. 
KANTIN SEHAT BEBAS SAMPAH PLASTIK
Terdapat 6 kantin di SMPN 3 Pati, yang biasaanya digunakan untuk mengobrol, bersantai atau membeli makanan dan minuman. Kantin yang dibangun sejak 2010 ini, menyediakan berbagai makanan, minuman ,dan gorengan. Terletak dibawah pohon-pohon besar menjadikan suasana lebih santai.

Banyak menu yang disediakan kantin SMPN 3 Pati, seperti : nasi tahu campur,bakso, mie ayam, mia goring, nasi rames, nasi ayam panggang, nasi ayam kecap, ayam goring, soup, soto ayam, tumis kangkung, tongseng tempe, lele, ikan. Ada juga minumannya yaitu: es teh, es jeruk, susu, milo, hilo,good day, nutrisari, dan syrup. Semua makanan, minuman atau gorengan dalam penyajiannya bebas dari plastik. Dengan menggunakan piring, gelas, dan daun sebagai tempat untuk gorengan.
 Disamping menguntungkan karena bebas dari sampah plastik dan suasana lebih nyaman, kelamahan pasti ada yaitu piring dan gelas sering pecah, tetutama gelas dikarenakan siswa kurang berhati-hati atau mungkin tidak sengaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar